Sifat kesepuluh yang mesti adanya pada Allah Ta’ala adalah al-hayat (hidup). Al-hayat yang mesti adanya pada Allah Ta’ala merupakan sifat wujudi terdahulu yang ada dengan keberadaan Dzat-Nya, yang merupakan syarat mutlak bagi adanya sifat al-qudrah, al-iradah, al-’ilm, as-sama’, al-bashar dan al-kalam. Sifat hayat Allah Ta’ala tidak berkaitan dengan apa pun. Kebalikannya adalah al-maut (mati).

Dalil akal yang menunjukkan kemestian Allah Ta’ala bersifat hidup dan mustahil mati adalah kenyataan bahwa hidup merupakan sifat kesempurnaan, sedangkan maut merupakan sifat kekurangan. Allah Ta’ala mesti suci dari semua sifat kekurangan dan mesti bersifat sempurna. Karena itu Allah Ta’ala mesti bersifat hidup. Lalu, seandainya Allah tidak bersifat hidup, niscaya tidak sah Dia bersifat kuasa dan memiliki sifat-sifat sempurna lainnya.

Adapun dalil naqli yang menunjukkan kemestian Allah Ta’ala bersifat hidup, di antaranya adalah firman Allah Ta’ala, “Dialah Yang hidup kekal, tiada Tuhan selain Dia; maka sembahlah Dia dengan memurnikan ibadah kepada-Nya. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam [QS. Al-Mu’min 40:65].”

Allah Ta’ala berfirman, “Dan bertawakallah kepada Allah Yang Maha Hidup (Kekal) Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa-dosa ham-hamba-Nya [QS. Al-Furqan 25:58].” Demikian pula para rasul dan seluruh orang berakal menyatakan kemestian Allah Ta’ala bersifat hidup.

Dikutip dari Kitab Tanwirul Qulub, karya Sayyidi Syaikh Muhammad Amin al-Kurdi (qs.)

Semoga bermanfaat.

ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠﻰَ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪِ، ﺍﻟْﻔَﺎﺗِﺢِ ﻟِﻤَﺎ ﺃُﻏْﻠِﻖَ ﻭَﺍﻟْﺨَﺎﺗِﻢِ ﻟِﻤَﺎ ﺳَﺒَﻖَ، ﻧَﺎﺻِﺮِ ﺍﻟْﺤَﻖِّ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ، ﻭَﺍﻟْﻬَﺎﺩِﻱ ﺇِﻟَﻰ ﺻِﺮَﺍﻃِﻚَ ﺍﻟْﻤُﺴْﺘَﻘِﻴْﻢِ ﻭَﻋَﻠﻰَ ﺁﻟِﻪِ ﺣَﻖَّ ﻗَﺪْﺭِﻩِ ﻭَﻣِﻘْﺪَﺍﺭِﻩِ ﺍﻟﻌَﻈِﻴْﻢِ

Sufi Podcast dipersembahkan kepada Anda oleh Albali Studio.
Website: https://albalistudio.com/

source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *