Tanpa kapal, acuh terpejam
Tiada paham usia tenggelam
Kering jiwa hanya bergurau
Hingga basah tanah kemarau

Kini ia enggan terlelap lagi
Asingkan lelah, jiwa pemberani
Terbuka layar, lebar menari
Kini samudra pun dinanti

Teduh tak mungkin keluar
Dari takdir untuk bertukar
Perlahan panas menatap tajam
Mata tua yang terpejam

Kini ia enggan terlelap lagi
Asingkan lelah, jiwa pemberani
Terbuka layar, lebar menari
Kini samudra pun dinanti

Salah siapa air mengalir?
Terantar sampai ke hilir
Siapa sangka ia kembali?
Dari panjangnya alam mimpi

Kini ia enggan terlelap lagi
Asingkan lelah, jiwa pemberani
Terbuka layar, lebar menari
Kini samudra pun dinanti

Oh, siapa sangka?
Kini matanya terbuka
Ia berdoa kepada Tuhan Yang Esa
Menyebut Nama-Nya
Yang tanpa huruf dan suara
Kini merdeka dari sepinya mendua

Salah siapa air mengalir?
Terantar sampai ke hilir
Siapa sangka ia kembali?
Dari panjangnya alam mimpi

Kini ia enggan terlelap lagi
Asingkan lelah, jiwa pemberani
Terbuka layar, lebar menari
Kini samudra pun dinanti

Kini ia pandang dirinya
Menggenggam luasnya samudra
Walau dengan kapal sederhana
Ia bahagia
Namun dulu

Tanpa kapal, acuh terpejam
Tiada paham usia tenggelam
Kering jiwa hanya bergurau
Hingga basah tanah kemarau

Kini ia enggan terlelap lagi
Asingkan lelah, jiwa pemberani
Terbuka layar, lebar menari
Kini samudra pun dinanti

———————

Lyrics: Aldi Fajar
Music: AI Generated

Albali Studio
Broadcasting Beautiful Messages
Visit: https://albalistudio.com/

source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *