Sifat pertama yang mesti adanya pada Allah Ta’ala adalah wujud. Makna wujud adalah ada secara nyata sekira dapat diindera. Wujud merupakan sifat yang wajib adanya pada Allah Ta’ala karena Dzat-Nya, secara azali dan selama-lamanya. Kebalikannya adalah al-Adam (tiada). Dalil yang menunjukkan wajibnya Allah Ta’ala wujud dan mustahil Allah tiada berdasarkan akal adalah adanya semua makhluk di alam semesta ini. Semua makhluk, jika Anda perhatikan dengan seksama, niscaya akan Anda dapati bahwa semua itu mengalami perubahan dari tiada menjadi ada dan dari ada menjadi tiada, dari bergerak menjadi diam dan dari diam menjadi bergerak. Bermacam-macam rupa dan berbeda-beda bentuk. Ada yang putih, hitam, merah dan sebagainya. Sebagian ada di satu sudut dan tiada di sudut lain. Sebagian ada di satu tempat dan tiada di tempat lain. Sebagian ada di satu masa dan tiada di masa yang lain. Ada yang tinggi dan ada yang rendah, ada yang terang dan ada yang gelap. Ada yang lembut dan ada yang kasar, dan lain sebagainya. Itu semua menunjukkan bahwa alam semesta ini adalah hadits (adanya didahului ketiadaan, atau menjadi ada dari tiada), dan al-hadits ini tentu merupakan sesuatu yang mumkin, karena semuanya membutuhkan Sang Pencipta Yang Menentukan, Yang wajib ada-Nya, Yang menentukan ada dari tiada, menentukan gerak dari diam, menentukan ukuran atau arah tertentu, waktu dan tempat tertentu atau sifat yang tertentu pula. Seandainya Allah tidak wajib ada-Nya, niscaya tidak sesuatu pun dari alam ini akan mengada. Sebab tidak tergambar dalam akal pikiran adanya sesuatu yang baru tanpa adanya pencipta yang azali. Kalaulah bukan karena adanya Sang Pencipta Yang menentukan beradaan dan karakter tertentu pada sesuatu yang dikehendaki-Nya, tentu sesuatu itu akan tetap berada dalam ketiadaannya, tidak mungkin menjadi ada, selamanya. Sesuatu menjadi ada karena Sang Pencipta menentukan keberadaannya, dengan karakter tertentu, zaman tertentu, tempat tertentu, arah tertentu, ukuran dan sifat tertentu.

Adapun dalil naqli yang menunjukkan wajibnya Allah Ta’ala wujud adalah firman Allah Ta’ala, “Sesungguhnya Tuhanmu adalah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi” (QS. Al-A’raf 7:54) dan firman Allah Ta’ala, “Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatu pun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)” (QS. Ath-Thur 52:35).

Dikutip dari Kitab Tanwirul Qulub, karya Sayyidi Syaikh Muhammad Amin al-Kurdi (qs.)

Semoga bermanfaat.

ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠﻰَ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪِ، ﺍﻟْﻔَﺎﺗِﺢِ ﻟِﻤَﺎ ﺃُﻏْﻠِﻖَ ﻭَﺍﻟْﺨَﺎﺗِﻢِ ﻟِﻤَﺎ ﺳَﺒَﻖَ، ﻧَﺎﺻِﺮِ ﺍﻟْﺤَﻖِّ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ، ﻭَﺍﻟْﻬَﺎﺩِﻱ ﺇِﻟَﻰ ﺻِﺮَﺍﻃِﻚَ ﺍﻟْﻤُﺴْﺘَﻘِﻴْﻢِ ﻭَﻋَﻠﻰَ ﺁﻟِﻪِ ﺣَﻖَّ ﻗَﺪْﺭِﻩِ ﻭَﻣِﻘْﺪَﺍﺭِﻩِ ﺍﻟﻌَﻈِﻴْﻢِ

Sufi Podcast dipersembahkan kepada Anda oleh Albali Studio.
Website: https://albalistudio.com/

source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *