Sifat ketiga yang wajib ada pada Allah Ta’ala adalah al-Baqa’ (kekal abadi), yaitu tiada penghabisan wujud. Artinya, keberadaan Dzat dan sifat-sifat Allah Ta’ala tidak berakhir dan tidak berhenti. Kebalikannya adalah al-Fana’ (rusak, berakhir). Allah Ta’ala mesti bersifat baqa’ dalam Dzat dan sifat-sifat, dan Dia mustahil fana’. Dalil akalnya adalah, seandainya Dzat Allah Ta’ala bisa rusak dan berakhir, tentu Dia adalah yang baru. Sebab, sejatinya yang qadim itu mesti adanya serta tidak akan rusak dan berakhir. Demikian pula sifat-sifat-Nya. Jika sifat-sifat-Nya itu bisa rusak dan berakhir, tentu sifat-sifat-Nya itu adalah baru, dan kebaruan sifat ini menuntut kebaruan dzat, karena kelaziman bagi yang baru adalah kebaharuan. Sementara Allah sudah jelas qadim (terdahulu).

Adapun dalil naqlli yang menunjukkan bahwa Allah Ta’ala mesti bersifat baqa’ adalah firman Allah Ta’ala, “Dialah Yang Awal dan Yang Akhir..”(QS. Al-Hadid 57:3) dan firman Allah Ta’ala, “Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah..”(QS. Al-Qashash 28:88)

Dikutip dari Kitab Tanwirul Qulub, karya Sayyidi Syaikh Muhammad Amin al-Kurdi (qs.)

Semoga bermanfaat.

ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠﻰَ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪِ، ﺍﻟْﻔَﺎﺗِﺢِ ﻟِﻤَﺎ ﺃُﻏْﻠِﻖَ ﻭَﺍﻟْﺨَﺎﺗِﻢِ ﻟِﻤَﺎ ﺳَﺒَﻖَ، ﻧَﺎﺻِﺮِ ﺍﻟْﺤَﻖِّ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ، ﻭَﺍﻟْﻬَﺎﺩِﻱ ﺇِﻟَﻰ ﺻِﺮَﺍﻃِﻚَ ﺍﻟْﻤُﺴْﺘَﻘِﻴْﻢِ ﻭَﻋَﻠﻰَ ﺁﻟِﻪِ ﺣَﻖَّ ﻗَﺪْﺭِﻩِ ﻭَﻣِﻘْﺪَﺍﺭِﻩِ ﺍﻟﻌَﻈِﻴْﻢِ

Sufi Podcast dipersembahkan kepada Anda oleh Albali Studio.
Website: https://albalistudio.com/

source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *