230. Karunia Ilahi yang Diilhamkan ke Dalam Hati akan Menyalahi Kebiasaan (4)

Est. Baca: 2 Menit

Hikmah 230 dlm Al-Hikam:

لاَ تيأَسْ من قَبولِ عملٍ لَمْ تجِدْ فِيهِ وجوْدُ اْلحُضَُورِ، فَرُبَّماَ قبِلَ من العملِ مالم تُدْرِكْ ثمْرَتَهُ عاجِلاً.

Jangan putus asa terhadap amal yg kau kerjakan dengan tidak khusyuk; apakah diterima atau tidak. Bisa jadi, Dia menerima amal yg buahnya tidak kau dapatkan secara langsung.

Sudah diterangkan dalam hikmah² terdahulu, bahwa buahnya amal (yakni: merasakan manis dan enaknya amal dalam hati ketika mengerjakan amal), itu bagian tanda diterimanya amal tersebut.
Walaupun demikian terkadang Allah Ta’ala itu menerima amal yg belum bisa merasakan buahnya, yg terpenting kau selalu berusaha taqwa kepada Allah Ta’ala lahir dan batin, ikhlas Lillah dalam beramal, dan kau jangan putus asa karena buahnya amal itu hanya sebagian alamat/tanda diterimanya amal, sedangkan tanda itu tidaklah pasti terjadi.

Dan jangan kau meninggalkan amal sebab belum bisa hadirnya hati kepada Allah Ta’ala, atau belum bisa merasakan buahnya, tapi kewajiban bagimu yaitu dawam/selalu mengerjakan amal itu sampai bisa mendapatkan buahnya amal, barang siapa yg mau selalu mengetuk pintu, pastilah dia akan masuk ke pintu tersebut.

Adalah seorang ‘Abid yg selama empat puluh tahun berada di Makkah, dan selalu berdoa: Labbaika Allahumma Labbaik, lalu ada hatif yg mengatakan: ‘Tidak, kamu tidak hadir dan tidak beruntung, dan hajimu ditolak (tidak diterima)’, dan ‘Abid tersebut selalu mengerjakan amalan tersebut, dan tidak meninggalkannya, suatu hari ada seorang laki² datang kepadanya dan memanggilnya: ‘Ya ‘abid labbaik (kesini)’, lalu ada jawaban hatif: ‘La Labbaik’, lalu lelaki tersebut berdiri dan terbesit dalam hatinya: ‘Orang ini ditolak.’ Lalu ‘Abid memanggil tuannya, ‘Hai tuanku, engkau mengatakan Labbaik, dan ada jawaban La labbaik’, si ‘Abid menerangkan: ‘Ini yg terjadi padaku selama empat puluh tahun, aku selalu mendengar perkataan tersebut, tetapi aku selalu bertahan di depan pintu-Nya, walaupun aku ditolak seribu kali aku tidak akan meninggalkan pintu tersebut, sampai Allah menerimaku.’ Maka ketika ‘Abid mengatakan Labbaik, lalu ada jawaban dari Allah: ‘Labbaika, wa sa’daika.’

Syarah Syaikh Abdullah asy-Syarqawi:

Jangan putus asa terhadap diterimanya sebuah amal yg kau kerjakan dan saat mengerjakannya hatimu tidak merasakan kehadiran Allah Ta’ala atau tidak merasa seakan melihat Allah Ta’ala. Bisa jadi, hal itu merupakan bukti bahwa amalmu diterima karena ketiadaan bukti tidak mesti meniadakan yg dibuktikan.

Oleh sebab itu, Syaikh Ibnu Atha’illah berkata, “Bisa jadi, Dia menerima amal yg buahnya tidak kau rasakan secara langsung.” Maksudnya, buah penerimaan atau bukti²nya tidak kau sadari secara langsung saat kau melakukannya. Di antara bukti amalmu diterima adalah adanya rasa manis dan nikmat hati saat kau melakukan sebuah amal. Wallaahu a’lam

Share via
Copy link
Powered by Social Snap