229. Karunia Ilahi yang Diilhamkan ke Dalam Hati akan Menyalahi Kebiasaan (3)

Est. Baca: < 1 Menit

Hikmah 229 dlm Al-Hikam:

كَيْفَ يَحْتَجِبُ الحَقّ ُبِشىءٍ والَّذِى يَحتَجِبُ بِهِ هُوَ فِيهِ ظَاهِرٌ وَمَوجُودٌ حَاضِرٌ.

Bagaimana mungkin Allah terhijab oleh sesuatu, sedangkan Dia tampak, ada, dan hadir pada sesuatu yg dijadikan hijab.

Bagaimanakah Allah Ta’ala akan terhijab dengan sesuatu, padahal sesuatu yg terlihat itu semata-mata nur Ilahi, dan pada segala tempat Allah Ta’ala berada dan hadir, tidak pernah ghaib. Karena itu disebut dalam hadits qudsi: “Hijab Allah ialah nur yg apabila dibuka niscaya dapat membakar apa saja yg diperlihatkannya, janganlah manusia akan dapat bertahan sedang bukit hancur, dan Nabi Musa pingsan sebelum melihat langsung.” Demikianlah rahmat Allah Ta’ala menghijab kita untuk keselamatan kita sendiri menurut hikmah-Nya.

Syarah Syaikh Abdullah asy-Syarqawi:

Bagaimana mungkin Allah Ta’ala terhijab oleh sesuatu, sedangkan pada sesuatu yg menjadi hijab itu, Allah Ta’ala tampak dan hadir serta bisa disaksikan oleh para pemilik mata batin.

Bagaimana mungkin sesuatu yg menjadi objek penampakan Allah Ta’ala menjadi hijab bagi-Nya. Keterhalangan Allah Ta’ala hanya terjadi bagi orang² yg dibutakan mata hatinya sehingga tidak bisa melihat-Nya pada segala sesuatu. Wallaahu a’lam

Share via
Copy link
Powered by Social Snap