208. Semua Kewajiban Yang Dibebankan-Nya Adalah Demi Kemaslahatan Hamba, Bukan Demi Kepentingan-Nya (3)

Est. Baca: 2 Menit

Hikmah 208 dlm Al-Hikam:

أَوْ جَبَ عَلَيْكَ وُجُوْدَ خِدْ مَتِهِ، وَمَا أَوْ جَبَ عَلَيْكَ إِلَّا دُخُوْ لَ جَنَّتِهِ.

Ketika Dia mewajibkanmu untuk berkhidmah kepada-Nya, sebenarnya Dia mewajibkanmu masuk ke dalam surga-Nya.

Pada kenyataan lahirnya hamba diwajibkan untuk taat beribadah kepada Allah Ta’ala, padahal sebenarnya ibadah yg diwajibkan atas hamba itu sedikitpun tidak bermanfaat untuk-Nya, sebagaimana maksiat yg sama sekali tidak berpengaruh/mendatangkan mudharat kepada Allah Ta’ala. Adapun sesungguhnya taat ibadah yg diwajibkan atas hamba itu untuk kepentingan dan kebaikan hamba itu sendiri, yakni supaya hamba masuk surga.

Sebagaimana diterangkan pada hikmah sebelumnya: Allah Ta’ala kagum dengan kaum yg harus ditarik dengan rantai (kewajiban), supaya mereka mau masuk surga (yg seharusnya orang itu berebut untuk masuk surga, karena surga itu perkara yg agung, sangat indah dan penuh dengan kenikmatan dan kesenangan, tapi anehnya mereka tidak mau masuk surga, bahkan harus ditarik dengan rantai).

Syaikh Abul Hasan asy-Syadzili ra. berkata: “Hendaknya engkau mempunyai satu wirid (amalan) yg tidak engkau lupakan selamanya, yaitu mengalahkan hawa nafsu dan cinta kepada Allah Ta’ala.”

Syarah Syaikh Abdullah asy-Syarqawi:

Allah Ta’ala mewajibkanmu untuk berkhidmat kepada-Nya secara lahir. Sebenarnya, Dia tidak mewajibkanmu, kecuali untuk masuk ke dalam surga-Nya.

Allah Ta’ala tidak membutuhkan makhluk. Ketaatan mereka kepada-Nya tidak berguna bagi-Nya dan maksiat mereka tidak pula merugikan-Nya.

Allah Ta’ala mewajibkan amal atas hamba, karena manfaatnya akan kembali kepada mereka sendiri yaitu agar mereka masuk surga bukan agar mereka mendapatkan kemuliaan dengan amal itu.

Ini adalah penegasan dari hikmah sebelumnya. Allah Ta’ala mewajibkan para hamba untuk taat kepada-Nya karena kurangnya semangat mereka untuk beribadah. Untuk itu, Allah Ta’ala harus menyeret mereka dengan rantai kewajiban. Allah Ta’ala melakukan ini tak lain untuk manfaat yg akan kembali kepada mereka sendiri, yaitu masuk surga-Nya.

Dalilnya adalah sabda Rasulullah Saw.: “Allah kagum dengan kaum² yg digiring ke surga dengan rantai.”

Hadits ini dipahami bahwa mereka yg dipaksa dan diwajibkan untuk taat tak lain agar mereka masuk surga. Allah Ta’ala tidak mewajibkan mereka, kecuali agar mereka memasuki surga. Wallaahu a’lam

Share via
Copy link
Powered by Social Snap