179. Mana yang Baik, Meminta Atau Diam? (1)

Est. Baca: < 1 Menit

Hikmah 179 dlm Al-Hikam:

“Mana yang Baik, Meminta Atau Diam?”

كَيْفَ يَكُونُ طَلَبُكَ اللاَّحِق سَبـبًا فى عَطَاءِـهِ السَّابِقِ؟

Bagaimana mungkin permintaanmu yg datangnya kemudian menjadi sebab bagi pemberian-Nya yg sudah ditentukan sebelumnya?

Keputusan Allah dalam menentukan peraturan alam sudah ditentukan dalam azali sebelum adanya alam ini, dan termasuk juga segala kebutuhan hajat hidup semua makhluk tidak kecuali manusia, karena itu jangan mengira bahwa Allah seolah-olah lupa terhadap hajat kebutuhanmu, sehingga sekiranya tidak engkau ingatkan mungkin tidak diberi, kalau demikian kepercayaanmu terhadap Allah, berarti benar² engkau belum mengenal Allah dalam sifat kesempurnaan-Nya.

Contohnya:
Jika ada seorang ayah yg dianggap oleh anaknya, andaikan tidak di ingatkan oleh anaknya niscaya ia melupakan kebutuhan anaknya itu, maka bagaimanakah ayah yg demikian itu?

Sedangkan Allah tidak dapat di umpamakan dengan ayah itu sebab Allah Maha Sempurna, Maha Mengetahui, Maha Mencukupi, Maha Bijaksana dalam memelihara seisi alam.

Syarah Syaikh Abdullah asy-Syarqawi:

Bagaimana mungkin permintaanmu sekarang ini menjadi sebab pemberian Allah atas sesuatu yg sudah ditetapkan-Nya sejak zaman azali? Pemberian Allah merupakan hubungan antara kehendak-Nya di masa azali dengan pelaksanaannya yg juga sejak azali. Di dalamnya, permintaan tidak menjadi sebab karena permintaan itu datang belakangan setelah pemberian. Padahal, sebab seharusnya datang terlebih dahulu daripada akibatnya. Wallaahu a’lam

Share via
Copy link
Powered by Social Snap