175. Maqam Fana’, Makrifat, Dan Cinta

Est. Baca: 2 Menit

Hikmah 175 dlm Al-Hikam:

“Maqam Fana’, Makrifat, Dan Cinta”

مَنْ عَرَفَ الْحَقَّ شَهِدَهُ فِي كُلِّ شَيْءٍ، وَمَنْ فَنِيَ بِهِ غَا بَ عَنْ كُلِّ شَيْءٍ، وَمَنْ أَحَبَّهُ لَمْ يُؤْ ثِرْ عَلَيْهِ شَيْئًا.

Siapa yg mengenal Allah, ia akan menyaksikan-Nya dalam segala sesuatu. Siapa yg fana’ dengan-Nya, ia akan lenyap dari segala sesuatu. Siapa yg mencintai-Nya, ia tidak akan mengutamakan selain-Nya.

Orang yg sudah berada di maqam fana’, mereka sudah tidak melihat apa yg ada di alam ini kecuali hanya Allah, dan orang tersebut sudah lupa pada dirinya, tidak merasakan apa yg ada pada dirinya, mereka sudah tidak melihat sifat wujud dan nyata pada apa yg dilihat. Berbeda dengan orang yg berada di maqam makrifat, mereka melihat makhluk dan juga melihat Allah yg menciptakan makhluk, mereka dengan jelas melihat Allah pada setiap perkara yg wujud (makhluk), jadi para ‘arif itu masih merasa dirinya ada, dan masih melihat adanya makhluk.

Siapa saja yg mengaku cinta pada Allah, tetapi masih memilih selain Allah, dan mementingkan kepentingannya dan kepentingan selain Allah, dan mengalahkan kepentingan pada Allah, maka pengakuan cintanya itu bohong.

Keterangan lain dari hikmah ini:
Siapa yg benar² mengenal Allah (makrifatullah), pasti ia selalu ingat pada Allah, pada tiap sesuatu apapun yg ia lihat, ia dengar, dan ia rasakan. Sebab tidak ada sesuatu melainkan menunjukkan keindahan, kekuasaan dan ciptaan Allah.

Dan orang yg sudah fana’ kepada Allah, mereka sungguh² yg di ingat hanya Allah, sehingga segala sesuatu yg dilihat dan yg ada di depannya, seolah-olah kosong dan hanya bayangan belaka.

Dan orang² yg benar² cinta kepada Allah, ia tidak akan mengutamakan sesuatu apapun selain Allah yg dicintainya, bahkan ia sanggup mengurbankan segala kepentingannya dan hawa nafsunya, demi mendapatkan keridhaan dari Allah.

Syaikh Abdullah asy-Syarqawi mensyarah:

Siapa yg mendapatkan makrifat Allah, ia akan melihat Allah tampak dalam segala sesuatu. Ia tidak akan merasa terasing, tidak pula merisaukan segala hal, sebagaimana sifat² orang ‘arif.

Siapa yg merasakan kefana’an dengan wujud Allah, ia tidak lagi melihat fenomena wujud, kecuali Allah, dan dia akan mengabaikan diri dan inderanya sendiri. Ia tidak akan melihat dirinya berwujud.

Lain halnya dengan orang² ‘arif, mereka telah mendapatkan maqam keabadian. Mereka melihat makhluk sekaligus melihat Sang Khaliq. Mereka melihat Sang Khaliq tampak pada segala sesuatu dan berada disana, tetapi mereka tidak merasakan kefana’an diri dan inderanya. Orang yg kehendak dan syahwatnya hanya kepada Allah adalah orang yg telah meraih maqam² tersebut. Wallaahu a’lam

Share via
Copy link
Powered by Social Snap