164. Hati Menjadi Sumbernya Nur (2)

Est. Baca: < 1 Menit

Hikmah 164 dlm Al-Hikam:

نَورمستودعٌ فى القلوبِ مددهُ من النورالواردِمن خزاءن الغيوبِ

Cahaya yg tersimpan di dalam kalbu bersumber dari cahaya yg datang dari perbendaharaan ghaib.

Sebagaimana diterangkan dalam hikmah terdahulu, bahwa Allah Ta’ala menerangi alam semesta ini dengan cahaya benda (matahari, bulan) buatan-Nya. Sedangkan Allah Ta’ala menerangi hati dengan nur sifat²Nya. Selanjutnya dalam hikmah ini mejelaskan bahwa Nur cahaya keyakinan dalam hati para ‘Arifin itu salurannya langsung dari Nur yg berasal dari perbendaharaan alam ghaib. Sehingga Nur yg ada dalam hati ‘Arifin semakin bertambah terang memancar.

Syaikh Abdullah asy-Syarqawi mensyarah:

Cahaya yg tersimpan dalam hati disebut nurul yaqin (cahaya keyakinan), yaitu yg tersimpan dalam hati orang² ‘Arif. Cahayanya bertambah terang dengan cahaya sifat² azali yg bersumber dari perbendaharaan ghaib. Jika Allah menampakkan diri dan sifat²Nya kepada mereka, cahaya yg masuk ke dalam hati mereka akan bertambah. Itu adalah bukti perhatian Allah Ta’ala kepada mereka.

Dalam Lathaif Al-Minan disebutkan, “Ketahuilah bahwa Allah Ta’ala, jika mengangkat seorang wali, Dia akan menjaga hatinya dari segala kebendaan dan menjaganya dengan cahaya² yg terus meneranginya.”

Syaikh Ibnu Atha’illah mengisyaratkan bahwa cahaya yg tersimpan dalam hati terbagi menjadi dua, sebagaimana dijelaskan hikmah berikutnya. Wallaahu a’lam

Share via
Copy link
Powered by Social Snap