Est. Baca: < 1 Menit

Azas perjalanan kepada Allah ada tiga perkara. Himma adalah yang ketiga. Shaykh ibn al-Habib berkata dalam Diwan-nya yang terkenal: “Barang siapa memiliki dhikir, fikir, dan himma tiap saat selalu naik melampaui yang selainnya. Ia akan mencapai makrifat, melampaui apa yang diidamkannya, dan segera memahami rahasia-rahasia kehidupan.”

Ia juga berkata: “Hidupkan himma-mu dengan kemauan keras dan kerinduan, dan jangan puas dengan selain Yang Maha Kekal!” Ia berkata pula: “Dan, wahai para sahabatku, himma adalah harta yang harus dimiliki, kemudian jika kau mengidamkan tujuan seluruh ahli makrifat, maka kini kau boleh menapakinya!”

Himma, aspirasi, dijelaskan oleh Shaykh al-Akbar sebagai: “Ia diterapkan sebagai membebaskan hati melalui idamannya. Diterapkan sebagai awal keikhlasan si murid. Diterapkan bagi seluruh himma melalui penyucian kerinduan.”
Shaykh ibn al-Habib menyebutnya (himma) sebagai tunggangan, karena dengan himma-lah engkau menempuh jalan setapak ini.

Inilah apa yang pertama kali mendetakkan hati yang menggerakkan si pencari untuk mencari seorang pembimbing lalu mempelajari asas-asas keahlian ini. Kemudian, ketika ia telah mahir dalam perilaku ini, suatu letargi* mengendap dalam hati si pencari, karena ia telah keliru memandang caranya sebagai tujuannya. Himma-lah yang kembali membangkitkan si pencari, di pertengahan lintasan jalan setapak yang sulit itu. Di pertengahan jalan harus diingat bahwa apa yang sebelumnya adalah himma akan berubah sepenuhnya, karena akhirnya ia berubah menjadi hasrat untuk kembali ke ruang audiensi demi arak penyaksian dan salam Sang Kekasih.

Di awalnya adalah aspirasi untuk memperoleh keahliannya. Di tengahnya adalah aspirasi untuk tiba pada berbagai pengalaman langsung. Di akhirnya adalah aspirasi untuk dikaruniai lanjutan makrifat dalam menyaksikan dan mencerap penyingkapan Rabbi.


Catatan :

*) le·tar·gi /létargi/ n Dok keadaan lemah badan dan tidak ada dorongan untuk melakukan kegiatan, nafsu tidur berlebihan (apabila dibangunkan langsung tertidur kembali), muncul pada penderita penyakit otak atau keracunan.

Sumber: 100 Langkah

Share via
Copy link
Powered by Social Snap