Est. Baca: < 1 Menit

Fikir. Tafakur. Shaykh Ibn Atha’illah telah berkata dalam kitab Hikam: “Fikir adalah perjalanan hati pada arena ciptaan. Fikir adalah pelita hati, jika ia hilang, hatipun kehilangan cahaya.”

Ada dua jenis fikir, pertama fikir tentang pengesahan dan iman, dan kedua, fikir tentang penyaksian dan penyingkapan. Yang pertama bagi para penyidik dan yang kedua bagi mereka yang telah tersingkap dan berpenglihatan batin.

“Banyak tanda-tanda di segenap penjuru dan pada dirimu sendiri” (Surat Fussilat ayat 53). Maka tafakur pertama adalah pengenalan atas Tauhid Allah pada ciptaan dan Amar-Nya yang harus diakui di semesta alam. Tafakur kedua haruslah selalu tentang pengenalan mendalam tentang jati diri manusia, kesatuan anggota-anggotanya, hierarki panca indra, kesadaran inti yang senantiasa hidup, dan ke-akuan yang tidak terjangkau. Tafakur ketiga terjadi pada khalwa, dalam tahapan muraqabah berjaga-jaga yang terdalam. Di sinilah terjadinya perubahan letak pusat penyaksian, ketika dihadapan kebenaran, ketidakmampuan kita menyaksikan-Nya luluh dalam kekuasan penyaksian-Nya atas diri kita.

Dhikir adalah indrawi, fikir adalah maknawi. Dhikir adalah lahir, fikir adalah batin.
Azas perjalanan kepada Allah ada tiga perkara. FIKIR adalah yang kedua.

Sumber: 100 Langkah

Share via
Copy link
Powered by Social Snap