Selain meyakini akan terjadinya Kiamat, kita juga wajib yakin bahwa Allah akan membangkitkan semua hamba-Nya dan menggiring mereka ke sebuah tempat yang datar (mahsyar) untuk memutuskan amal mereka. Keterangan ini berdasarkan Alqur’an, hadis dan kesepakatan ulama salaf. Pembangkitan merupakan hal mumkin yang telah diberitakan syara’. Barangsiapa mengingkarinya, maka dia kafir.

Allah Ta’ala berfirman, “Dan sesungguhnya hari kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya, dan bahwasannya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur.” [QS. al-Hajj 22:7]

Hal lain yang wajib diyakini setiap mukallaf adalah al-hisab (perhitungan). Allah Ta’ala akan mengadili hamba-hamba-Nya atas amal-amal mereka secara rinci, amal baik dan amal buruk, perkataan dan perbuatan, setelah mereka menerimam buku catatan amal. Hisab ini diberlakukan bagi semua mukmin dan kafir dari kalangan manusia dan jin, selain mereka yang dikecualikan.

Di dalam satu hadis disebutkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Allah telah memberikan janji kepadaku bahwa Dia akan memasukkan tujuh puluh ribu orang umatku ke dalam surga. Bersama tiap seribu orang dari yang tujuh puluh ribu itu disertakan pula tujuh puluh ribu orang lainnya dan tiga hatsayat Tuhanku. Tidak ada hisab dan siksa bagi mereka” (HR. At-Tırmidzi dan İbnu Hibban di dalam Shamh-nya)

Hatsayat artinya gelombang. Maksudnya, Allah memberikan janji kepadaku dengan jumlah bilangan yang tidak terhitung. Mereka masuk surga tanpa hisab dan siksa.

Hal lain yang wajib diyakini oleh setiap mukallaf adalah kenyataan bahwa setiap umat akan diberi lembaran catatan amal. Yakni catatan amalnya selama di dunia yang ditulis oleh malaikat. Orang yang beriman akan menerimanya dengan tangan kanan, sedangkan orang kafir akan menerimanya dengan tangan kiri. Kenyataan ini telah ditegaskan di dalam Alqur’an, hadis dan ijma’ ulama ahli hak.

Dalil Alqur’an tentang hal ini adalah firman Allah Ta’ala, “Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia berkata: “Ambillah, bacalah kitabku (ini)”. Sesungguhnya aku yakin, bahwa sesungguhnya aku akan menemui hisab terhadap diriku ” [QS. al-Haqqah 69:19-20] dan firman Allah Ta’ala, “Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata: “Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini), dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku, Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu.” [QS. al-Haqqah 69:25-27]

Dikutip dari Kitab Tanwirul Qulub, karya Sayyidi Syaikh Muhammad Amin al-Kurdi (qs.)

Semoga bermanfaat.

ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠﻰَ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪِ، ﺍﻟْﻔَﺎﺗِﺢِ ﻟِﻤَﺎ ﺃُﻏْﻠِﻖَ ﻭَﺍﻟْﺨَﺎﺗِﻢِ ﻟِﻤَﺎ ﺳَﺒَﻖَ، ﻧَﺎﺻِﺮِ ﺍﻟْﺤَﻖِّ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ، ﻭَﺍﻟْﻬَﺎﺩِﻱ ﺇِﻟَﻰ ﺻِﺮَﺍﻃِﻚَ ﺍﻟْﻤُﺴْﺘَﻘِﻴْﻢِ ﻭَﻋَﻠﻰَ ﺁﻟِﻪِ ﺣَﻖَّ ﻗَﺪْﺭِﻩِ ﻭَﻣِﻘْﺪَﺍﺭِﻩِ ﺍﻟﻌَﻈِﻴْﻢِ

Sufi Podcast dipersembahkan kepada Anda oleh Albali Studio.
Website: https://albalistudio.com/

source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *