Sifat keempat yang mesti ada pada Allah ta’ala adalah mukhalafah lil-hawaditsi (berbeda dari semua yang selain Dia). Artinya, Allah tidak serupa dengan sesuatu pun yang selain Dia, tidak dalam Dzat-Nya, tidak dalam sifat-sifat-Nya, dan tidak pula dalam perbuatan-perbuatan-Nya. Dzat Allah bukan jisim, tidak pula menempati atau bersandar pada jisim. Allah tidak di atas atau di bawah sesuatu, tidak di belakang atau samping kiri dan kanan sesuatu. Tidak disifati dengan gerak atau diam dan bagian-bagian yang dimiliki oleh makhluk. Allah tidak mempunyai tangan, mata, telinga atau ciri-ciri makhluk yang lainnya. Adapun keterangan yang ada di dalam al-Qur’an atau hadis yang mengungkapkan seolah-olah Allah serupa dengan makhluk, seperti yadullah fauqa aydihim (tangan Allah di atas tangan mereka), harus ditakwil dari makna lahiriahnya yang bersifat umum.

Ilmu Allah tidak seperti ilmu kita. Pengetahuan Allah tidak diambil dari dalil, tidak pula muncul karena darurat. Allah tidak lupa atau lalai, tidak pula bodoh. Kuasa Allah tidak membutuhkan alat atau sarana. Allah berkehendak tidak karena maksud tertentu. Hidup Allah tidak dengan ruh (nyawa) seperti hidup kita. Pendengaran dan penglihatan Allah tidak dengan indera. Kalam Allah tidak dengan suara atau huruf sebagai lambang suara, dan Allah tidak diam. Perbuatan Allah Ta’ala tidak dengan anggota tubuh, tidak pula sekedar gurauan. Sungguh, Mahasuci Allah dari semua itu. Adapun kebalikan dari sifat mukhalafah lil-hawaditsi adalah mumatsalah lil-hawaditsi (serupa dengan yang selain Dia).

Dalil aqli yang menunjukkan kemestian Allah bersifat tidak serupa dengan segala yang selain Dia adalah, bila Allah serupa dengan sesuatu dari yang selain Dia, entah Dzat-Nya, sifat-sifat-Nya ataupun perbuatan-perbuatan-Nya, tentu Allah juga baru seperti sesuatu yang selain Dia itu. Dan ini sungguh batil.

Sedangkan dalil naqlinya adalah firman Allah Ta’ala, “(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Asy-Syura 42:11)

Dikutip dari Kitab Tanwirul Qulub, karya Sayyidi Syaikh Muhammad Amin al-Kurdi (qs.)

Semoga bermanfaat.

ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠﻰَ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪِ، ﺍﻟْﻔَﺎﺗِﺢِ ﻟِﻤَﺎ ﺃُﻏْﻠِﻖَ ﻭَﺍﻟْﺨَﺎﺗِﻢِ ﻟِﻤَﺎ ﺳَﺒَﻖَ، ﻧَﺎﺻِﺮِ ﺍﻟْﺤَﻖِّ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ، ﻭَﺍﻟْﻬَﺎﺩِﻱ ﺇِﻟَﻰ ﺻِﺮَﺍﻃِﻚَ ﺍﻟْﻤُﺴْﺘَﻘِﻴْﻢِ ﻭَﻋَﻠﻰَ ﺁﻟِﻪِ ﺣَﻖَّ ﻗَﺪْﺭِﻩِ ﻭَﻣِﻘْﺪَﺍﺭِﻩِ ﺍﻟﻌَﻈِﻴْﻢِ

Sufi Podcast dipersembahkan kepada Anda oleh Albali Studio.
Website: https://albalistudio.com/

source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *